Berkendara Aman di Jalan Tol-rejzor

 


Jalan tol atau jalan bebas hambatan memang telah menjadi bagian dari sarana transportasi beberapa kota besar di Indonesia. Akan tetapi dalam kenyataannya masih banyak hambatan yang terjadi di jalan tol yang justru diakibatkan oleh kurang pahamnya para pengguna jalan tol itu sendiri akan beberapa hal yang tidak pernah dijelaskan secara jelas dan tegas dalam aturan akan tetapi penting untuk diperhatikan.


Apa saja sebenarnya hal-hal yang sering terjadi? Mari kita lihat satu per satu:


Menggunakan bahu jalan. Ini adalah perilaku yang sangat buruk sekaligus berbahaya, fungsi dari bahu jalan adalah tempat berhenti untuk kendaraan yang sedang mengalami gangguan. Banyak kecelakaan terjadi karena beberapa pengemudi ceroboh menggunakan bahu jalan lalu menabrak mobil yang sedang berhenti. Jadi mulai sekarang hentikan perilaku yang tidak terpuji dan membahayakan ini.


Berjalan pelan di lajur paling kanan. Kendaraan berjalan pelan di lajur yang sebenarnya disediakan untuk mendahului atau untuk kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi ini rasanya sudah tidak asing lagi di pemandangan sehari-hari. Perilaku ini akan sangat menghambat kendaraan lain yang berjalan lebih cepat dan biasanya menimbulkan kepadatan sampai beberapa ratus meter ke belakang. Belum lagi ini akan memicu perilaku agresif pengendara lainnya, sampai-sampai harus mendahului dari lajur tengah atau lajur kiri. Jadi apabila kita merasa berjalan tidak cukup cepat, hindarilah menggunakan lajur paling kanan.


Berjalan dibawah kecepatan minimal. Banyak pengendara yang berpikiran bahwa berkendara pelan sama dengan berkendara aman. Umumnya batas kecepatan minimal di jalan tol adalah 60 km/h, tetapi sering kita temui kendaraan yang berjalan di bawah kecepatan tersebut. Ini justru akan sangat berbahaya, karena kita tidak mengikuti ritme kecepatan kendaraan lainnya dan beresiko terkena tabrak dari belakang. Jadi berkendara pelan belum tentu aman, sebaiknya ikuti ritme kecepatan sesuai dengan kendaraan di sekitar kita, tentunya dalam batasan kecepatan yang aman dan tidak berlebihan.


Penggunaan lampu hazard yang tidak pada tempatnya. Coba perhatikan saat kita melintasi terowongan yang panjang atau ketika hujan sangat deras sedang turun, pasti ada atau banyak kendaraan yang menyalakan lampu hazard. Sebenarnya saat melintasi terowongan panjang, kita cukup menyalakan lampu kecil atau lampu dekat bila terowongan tersebut agak gelap, juga saat hujan deras, cukup nyalakan lampu dekat kendaraan kita plus lampu kabut depan dan belakang apabila ada. Lampu hazard hanya digunakan saat kendaraan kita sedang bermasalah dan terpaksa berhenti, sehingga lampu ini akan memberikan isyarat kepada pengendara lainnya untuk berhati-hati. Apabila kita memakainya saat kendaraan sedang berjalan normal, ini akan membuat pengendara lainnya bingung untuk membaca arah kemana kita akan berjalan, kita tidak dapat mengkomunikasikan apakah akan ke kanan atau ke kiri. Sebaiknya segera hentikan kebiasaan penggunaan lampu hazard yang tidak pada tempatnya.


Beberapa hal yang telah dijelaskan diatas merupakan faktor pencetus masalah yang sekaligus juga berbahaya dalam berkendara di jalan tol. Sebagai pengendara yang baik, sudah sepatutnya kita berkendara aman di jalan tol demi keselamatan kita sendiri maupun pengendara lainnya dengan tidak melakukan hal-hal buruk tersebut.

Belum ada Komentar untuk "Berkendara Aman di Jalan Tol-rejzor"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel